PKO FIKK UNY Laksanakan Sosialisasi Tes Identifikasi Bakat Olahraga di Kampung Emas Kepuh Gunung Kidul
Primary tabs

Gunungkidul, 20 Juni 2026 – Departemen Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO), Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan judul “Sosialisasi Tes Identifikasi Bakat Olahraga di Kampung Emas Kepuh Gunung Kidul”. Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat, khususnya dalam mengenali dan mengembangkan potensi olahraga anak dan generasi muda.
Kegiatan PKM yang dilaksanakan pada 20 Juni 2026 ini diketuai oleh Dr. Heru Prasetyo, M.Pd., dengan anggota tim pengabdi Dr. Muh Batituta Fitoni Nuradila, M.Pd., Dr. Kukuh Hardopo Putro, M.Pd., dan Dr. Putri Prastiwi Wulandari, M.Pd.
Mendorong Identifikasi Potensi Olahraga Sejak Dini
Tes Identifikasi Bakat Olahraga merupakan salah satu tahapan penting dalam proses pembinaan olahraga. Melalui identifikasi yang dilakukan secara sistematis, potensi dan karakteristik kemampuan anak dapat diketahui sebagai dasar dalam menentukan arah pembinaan olahraga yang sesuai.
Dalam kegiatan ini, tim PKM memberikan sosialisasi kepada masyarakat Kampung Emas Kepuh mengenai konsep, tujuan, manfaat, dan pentingnya identifikasi bakat olahraga. Masyarakat diberikan pemahaman bahwa setiap anak memiliki karakteristik dan potensi yang berbeda sehingga proses pembinaan olahraga perlu dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi fisik, kemampuan gerak, minat, serta perkembangan anak.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu orang tua, pendidik, dan masyarakat dalam memberikan dukungan yang tepat terhadap aktivitas olahraga anak. Identifikasi bakat juga menjadi bagian dari upaya membangun sistem pembinaan olahraga yang lebih terarah, berkelanjutan, dan berbasis pada ilmu pengetahuan.
Olahraga sebagai Bagian dari Pendidikan Berkualitas
Kegiatan PKM ini menempatkan olahraga tidak hanya sebagai aktivitas untuk meningkatkan kebugaran dan prestasi, tetapi juga sebagai bagian dari proses pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Melalui olahraga, anak-anak dapat mengembangkan berbagai kemampuan, seperti disiplin, tanggung jawab, kerja sama, konsistensi, serta kemampuan mengembangkan potensi diri.
Sosialisasi Tes Identifikasi Bakat Olahraga memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai pentingnya proses pembinaan yang dilakukan secara tepat sejak usia dini. Dengan pemahaman tersebut, masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh dan berkembangnya potensi olahraga anak-anak di Kampung Emas Kepuh.
Mendukung Pencapaian SDGs UNY
Kegiatan PKM “Sosialisasi Tes Identifikasi Bakat Olahraga di Kampung Emas Kepuh Gunung Kidul” memiliki keterkaitan dengan beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) yang menjadi bagian dari komitmen institusi, yaitu:
SDG-1 – Tanpa Kemiskinan (No Poverty)
Kegiatan ini berkontribusi dalam membuka akses masyarakat terhadap pengetahuan dan kesempatan pengembangan potensi anak melalui olahraga. Pengembangan sumber daya manusia sejak dini merupakan salah satu bagian penting dalam membangun kapasitas generasi muda dan memperluas kesempatan mereka untuk berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki. Dalam konteks olahraga prestasi, pembinaan yang terarah juga dapat membuka peluang bagi anak-anak untuk memperoleh prestasi dan kesempatan pengembangan diri di masa mendatang.
SDG-4 – Pendidikan Berkualitas (Quality Education)
Sosialisasi TIBO merupakan bentuk transfer pengetahuan dari perguruan tinggi kepada masyarakat. Masyarakat memperoleh edukasi mengenai identifikasi potensi olahraga dan prinsip pembinaan yang sesuai dengan karakteristik anak. Kegiatan ini mendukung pendidikan yang inklusif dan berkualitas melalui penerapan ilmu kepelatihan olahraga secara langsung di lingkungan masyarakat.
SDG-17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals)
Kegiatan PKM ini memperkuat kemitraan antara FIKK UNY melalui Departemen Pendidikan Kepelatihan Olahraga dengan masyarakat Kampung Emas Kepuh Gunung Kidul. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mengimplementasikan hasil keilmuan sekaligus membangun program pengembangan olahraga yang berkelanjutan.
Membangun Ekosistem Pembinaan Olahraga Masyarakat
Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem pembinaan olahraga yang lebih baik di Kampung Emas Kepuh. Hasil sosialisasi dapat menjadi dasar bagi masyarakat untuk mengenali potensi anak dan mengarahkan mereka pada aktivitas olahraga yang sesuai.
Tim PKM juga menekankan bahwa identifikasi bakat bukan merupakan akhir dari proses pembinaan, tetapi merupakan titik awal untuk menentukan program latihan dan pendampingan yang sesuai. Hasil identifikasi perlu ditindaklanjuti melalui latihan yang terencana, pendampingan pelatih, dukungan orang tua, serta lingkungan olahraga yang aman dan kondusif.
Ketua tim pengabdi, Dr. Heru Prasetyo, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perguruan tinggi untuk menghadirkan manfaat keilmuan olahraga secara langsung kepada masyarakat.
“Melalui sosialisasi identifikasi bakat olahraga, kami berharap masyarakat memiliki pemahaman bahwa potensi setiap anak perlu dikenali dan dikembangkan dengan pendekatan yang tepat. Identifikasi bakat menjadi langkah awal agar pembinaan olahraga dapat dilakukan secara lebih terarah, sistematis, dan berkelanjutan.”
Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran Departemen Pendidikan Kepelatihan Olahraga FIKK UNY dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui pengabdian kepada masyarakat berbasis keilmuan. Kehadiran perguruan tinggi di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan dampak nyata dalam peningkatan pengetahuan, kualitas pendidikan olahraga, serta pengembangan potensi generasi muda.
Melalui kegiatan Sosialisasi Tes Identifikasi Bakat Olahraga di Kampung Emas Kepuh Gunung Kidul, FIKK UNY terus berkomitmen untuk mengembangkan olahraga berbasis ilmu pengetahuan sekaligus memperkuat kemitraan dengan masyarakat dalam mendukung tercapainya pembangunan berkelanjutan.